Analisis Binder Singh: Dari Pressing Gila Shin Tae-yong ke Permainan Rapi John Herdman di Timnas Indonesia

14 hours ago 12

Bola.com, Jakarta - Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, memberikan pandangan terkait perbedaan gaya bermain Timnas Indonesia di bawah tiga pelatih berbeda: Patrick Kluivert, Shin Tae-yong, dan John Herdman.

Opini tersebut disampaikan Binder Singh dalam kanal YouTube Nusantara TV, belum lama ini, dengan menyoroti pendekatan taktik hingga karakter permainan skuad Garuda.

Menurut Binder, Patrick Kluivert cenderung ingin Timnas Indonesia bermain menyerang dengan tempo tinggi. Ia menilai eks striker Belanda itu menginstruksikan pemain untuk cepat mengalirkan bola ke depan demi menciptakan tekanan ke pertahanan lawan.

Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya cocok dengan karakter pemain Indonesia. Jarak antarpemain kurang terjaga serta tempo permainan terlalu cepat membuat Garuda kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

"Secara konsep tidak salah, tapi pertanyaannya apakah pemain kita mampu bermain dengan tempo tinggi, passing-passing cepat ke depan dengan tidak menjaga jarak di antara satu sama lainnya?," ujar Binder Singh.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Herdman Lebih Fleksibel dan Tenang

Berbeda dengan Kluivert, Binder melihat John Herdman membawa pendekatan lebih fleksibel. Permainan skuad Garuda kini menurutnya lebih rapi dengan jarak antarpemain lebih dekat dan tidak terburu-buru dalam mengalirkan bola.

Dalam fase build-up, Herdman disebut kerap menggunakan tiga bek tengah, dengan tambahan pemain dari sisi sayap yang turun membantu pertahanan saat dibutuhkan.

"Tapi di bawah Herdman saya melihat para pemain jaraknya dekat dan mereka tidak terburu-buru memberikan umpan. Jadi mereka tidak bermain di bawah beban. Ini kalau kita bandingkan dengan Patrick Kluivert," katanya.

"Kluivert sepertinya ingin Timnas kita bermain dengan formasi empat pemain bertahan. Awalnya dia coba empat pemain, kalah telak lawan Australia, dia balikin lagi ketiga centerback. Tapi tampaknya Kluivert ini keras kepala tetap mau mainnya empat pemain bertahan," imbuh Binder.

Sentuhan STY Masih Terasa

Pria keturunan India itu juga membandingkan era Herdman dengan Shin Tae-yong. Binder Singh mengatakan gaya pressing tinggi yang menjadi ciri khas pelatih asal Korea Selatan itu masih terlihat hingga sekarang.

Pada era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia dikenal mengandalkan energi besar, pressing ketat, dan permainan reaktif. Strategi itu terbukti efektif saat menghadapi tim-tim kuat.

"Shin Tae-yong ingin para pemain bermain dengan intensitas pressing yang sangat kuat. Pokoknya kalau ada pemain menguasai bola, tutup itu pemain. Tekel tapi bukan untuk pelanggaran. Tekel, ambil bola, dapat bola, switching play harus cepat," ucap Binder.

"Dengan Shin Tae-yong, Timnas sering bermain defend and reactive football. Dia tahu bahwa pemain kita mayoritas pemain muda, punya level energi yang tinggi. Kalau kita bandingkan pressing dari Herdman, sama gilanya seperti era Shin Tae-yong."

"Sekarang para pemain sudah lebih matang. Pada saat era Shin Tae-yong banyak pemain baru masuk, terutama yang bermain di luar negeri atau diaspora. Enggak gampang juga bagi Shin yang pada saat itu mau membentuk chemistry," lanjutnya.

Awal Menjanjikan Herdman

Seperti diketahui, Timnas Indonesia baru saja merampungkan FIFA Matchday lewat ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 30 Maret lalu.

Dalam dua laga, skuad Garuda meraih kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, sebelum kalah tipis 0-1 dari Bulgaria. Turnamen itu sekaligus menjadi debut John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.

"Saya melihat para pemain kita enjoy the game, artinya pada saat pemain itu menikmati jalannya pertandingan, mereka nyaman dengan skema baru dari John Hadman yang saya melihat beda total," ucap Binder Singh.

"Dua laga awal saya merasa lega bahwa kita dapat pelatih yang tahu apa yang perlu dilakukan. Feeling saya Herdman sudah menonton juga pertandingan Timnas ketika dilatih Shin dan Timnas ketika dilatih Kluivert. Jadi tahu kekurangan dan kelebihan," pungkasnya.

Read Entire Article
Bola Indonesia |