BRI Super League: Keluhkan Wasit, Bernardo Tavares Sebut Persebaya Harusnya Dapat Penalti kontra Madura United

6 hours ago 4

Bola.com, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengeluhkan kinerja wasit saat melawan Madura United. Menurutnya, Bajul Ijo seharusnya mendapat penalti dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 tersebut.

Persebaya sendiri dipaksa menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam. Ini merupakan kekalahan pertama Bajul Ijo dengan status tuan rumah saat bersua Laskar Sapeh Kerrab.

Bernardo Tavares memberikan perhatian khusus terhadap beberapa keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan. Meski merasa ada kejanggalan dalam kepemimpinan wasit, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut enggan menjadikan hal itu sebagai tameng utama atas hasil negatif timnya.

Tavares menggarisbawahi insiden di kotak penalti yang menurutnya sah menjadi pelanggaran bagi timnya namun diabaikan oleh wasit.

“Terutama terkait pelanggaran di area penalti lawan yang tidak diberikan serta proses terjadinya gol kedua Madura United,” kata arsitek tim asal Portugal tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kalah Klinis

Seperti jadi kebiasaan, pelatih Bernardo Tavares masuk ruang konferensi membawa laptop saat menemui awak media setelah pertandingan. Dia memprotes keputusan wasit bahwa seharusnya Persebaya mendapat penalti sambil menunjukkan video.

Dalam pandangannya, skuat Bajul Ijo sejatinya mendominasi jalannya laga dan berhasil memproduksi rentetan peluang emas sejak menit awal.

Sayangnya, penyelesaian akhir yang buruk serta rapatnya barisan pertahanan lawan membuat banyak peluang terbuang sia-sia. Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa Laskar Sape Kerrab yang tampil sangat efisien dalam memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah.

Walau minim serangan, tim tamu terbukti lebih klinis dengan mengonversi peluang terbatas menjadi dua gol kemenangan yang bersarang di gawang Persebaya.

“Kami menciptakan banyak kesempatan, namun kurang akurat dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.

Kecewa

Rasa kecewa memang tidak bisa disembunyikan, namun Bernardo tetap melayangkan pujian atas daya juang para penggawa yang telah bertarung habis-habisan.

Ia menyampaikan pesan kepada para pendukung setia yang tidak berhenti memberikan energi positif dari tribune stadion.

“Saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan tiga poin, dan kami juga menginginkannya,” pungkasnya.

Dalam total 22 pertandingan Derbi Suramadu di semua ajang sejak 2018, Persebaya tak pernah kalah dari Madura United di kandang. Bajul Ijo sebenarnya sangat dominan dengan membukukan 13 kemenangan, berbanding Sapeh Kerrab yang cuma tiga kali menang.

Hasil ini juga menjadi balasan mengingat Madura United sempat dipermalukan 0-1 oleh Persebaya di putaran pertama lalu pada 3 Januari 2026.

Posisi Keenam

Untuk sementara, Persebaya kini ada di posisi keenam dengan raihan 42 poin dalam 28 laga. Mereka berpotensi mengalami penurunan peringkat karena ada Persita Tangerang (41 poin) dan Dewa United (40 poin) yang belum memainkan laga pekan ke-28.

Read Entire Article
Bola Indonesia |