Kans Persis Solo Lolos dari Degradasi BRI Super League, Milomir Seslija: Peluang Masih Terbuka, Segalanya Mungkin Terjadi

6 hours ago 3

Bola.com, Solo - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, masih memiliki keyakinan untuk menyelamatkan anak asuhnya dari ancaman degradasi setelah sempat tergelincir pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.

Seusai melewati delapan laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan, Persis Solo akhirnya terpeleset juga saat bertandang ke markas Arema FC. Mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah tumbang 0-2 dari Singo Edan.

Akibat kekalahan itu, Laskar Sambernyawa harus kembali rontok ke zona merah klasemen. Mereka tergusur ke peringkat 16 karena Madura United berhasil menumbangkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 2-1 di pekan yang sama. 

Untuk sementara ini, Persis Solo yang mengoleksi 24 poin dari 28 laga hanya berjarak satu poin saja dari Persijap Jepara di peringkat ke-15. Sedangkan jarak dari Madura United yang berada di peringkat ke-14 hanya terpaut dua poin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Peluang Masih Terbuka

Milomir Seslija mengatakan peluang Persis untuk bisa selamat dari degradasi masih sangat terbuka. Dia menyebut, Laskar Sambernyawa memperlihatkan progres signifikan. Saat ia pertama kali datang, posisinya amat memprihatinkan.

Ketika itu, kata dia, peluang Persis untuk selamat dari ancaman turun kasta terbilang mustahil. Namun, berkat kerja keras pemain yang membawa tim bangkit pada putaran kedua ini, kesempatannya jadi semakin terbuka.

“Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo untuk lolos dari degradasi seperti sebuah mission impossible. Namun, kini kami telah bersama-sama membuatnya menjadi sebuah misi yang possible,” ujar Milo.

“Pada putaran pertama, kami hanya bisa mendapatkan 10 poin saja dan berada di dasar klasemen. Kini, kami hanya berjarak satu hingga dua poin saja dari zona aman klasemen,” lanjut pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.

Motivasi Para Pemain

Milo sebetulnya juga tidak kesulitan untuk mencari cara memotivasi para pemainnya. Aspek ini bakal sangat krusial karena Laskar Sambernyawa akan menghadapi enam pertandingan tersisa yang cukup menantang.

“Lalu, bagaimana cara memotivasi pemain? Sebetulnya mudah saja. Jika kami bertanding menghadapi tim yang bagus, ini adalah sebuah momentum untuk berkembang sebagai sebuah tim maupun individu,” kata dia.

“Kami sebetulnya hanya perlu memainkan sepak bola yang sederhana, dan mengikuti instruksi pelatih. Namun, di laga melawan Arema FC, hal-hal yang sudah dilatih dan dipersiapkan, hasilnya justru berkebalikan,” lanjutnya.

Tidak Akan Menyerah

Yang jelas, menurut pelatih berusia 61 tahun itu, Persis tidak akan menyerah begitu saja. Sebab, persaingan untuk lolos dari ancaman degradasi masih sangat ketat. Semua kemungkinan masih bisa terjadi hingga penghujung musim ini.

“Itu bukan hanya karena kami menjalani hari yang buruk, kualitas pemain juga tidak setara. Namun, bagi saya, hal ini adalah hal yang normal dan biasa dalam sepak bola karena mereka telah melewati banyak tekanan,” kata dia.

“Ini menjadi sebuah peringatan bagus bagi kami. Kami harus bangkit karena kekalahan ini bukan akhir dari segalanya. Kami tidak akan menyerah."

"Masih ada enam laga yang secara keseluruhan mencapai 18 poin. Di Indonesia, liganya sangat kompetitif. Setiap tim bisa mengalahkan siapa saja," lanjutnya.

Persaingan di BRI Super League

Read Entire Article
Bola Indonesia |