Kapten Persebaya Masih Tak Menyangka Babak Belur di Markas Borneo FC, Jadi Pelajaran Pahit

8 hours ago 2

Bola.com, Surabaya - Kekalahan telak 1-5 di Samarinda meninggalkan luka bagi Persebaya Surabaya. Para pemain Bajul Ijo pun tak bisa menyembunyikan rasa kecewa setelah pulang tanpa poin.

Salah satu yang merasakan kekecewaan mendalam adalah kapten tim, Bruno Moreira. Ia mengakui pertandingan di markas Borneo FC Samarinda menjadi malam yang sangat berat bagi seluruh skuad Persebaya.

Dalam lanjutan BRI Super League2025/2026 pekan ke-25, Persebaya harus menelan kekalahan telak 1-5 saat bertandang ke Stadion Segiri, Sabtu (7/3/2026) malam. Ini merupakan kekalahan terbesar Persebaya musim ini.

Lima gol Borneo merupakan brace Juan Villa (15’ dan 59’), serta tiga lainnya disumbang oleh Mariano Peralta (62’), Koldo Obieta (68’), dan Marcos Astina (90+3’). Persebaya hanya sempat membalas sebiji gol berkat Leo Lelis (73’).

Sepanjang pertandingan, tim berjuluk Pesut Etam tampil lebih dominan. Mereka membuka keunggulan di babak pertama, lalu menambah empat gol lagi setelah turun minum.

Di sisi lain, Persebaya kesulitan mengembangkan permainan seperti yang direncanakan. Satu-satunya gol Green Force dalam laga tersebut dicetak oleh Leo Lelis yang sempat memperkecil ketertinggalan.

Persebaya Surabaya pincang jelang tandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Sabtu (7/3/2026), setelah Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic cedera, ditambah Arief Catur serta Sadida Nugraha...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tak Bisa Terus Menyesali Hasil

Setelah pertandingan usai, Bruno tak menampik bahwa hasil tersebut sangat mengecewakan bagi timnya. Ia juga mengakui performa Persebaya jauh dari ekspektasi.

“Pertandingan ini jelas bukan laga yang biasa bagi Persebaya. Kami tentu tidak menyangka harus kebobolan hingga lima gol dan hanya mampu membalas satu. Namun, pertandingan sudah selesai dan kami harus menerima hasil tersebut,” ujar Bruno Moreira.

Padahal, Persebaya sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Beberapa peluang sempat tercipta melalui pergerakan Malik Risaldi serta Francisco Rivera di lini depan.

Sayangnya, kesempatan tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, Borneo FC mampu memanfaatkan peluang yang mereka miliki dengan lebih efektif.

Melihat usaha rekan-rekannya sepanjang pertandingan, Bruno tetap menilai seluruh pemain telah berjuang maksimal meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

“Sekarang bukan waktunya untuk terus menyesali hasil. Dalam sepak bola, ada kalanya tim meraih kemenangan, dan ada kalanya harus menelan kekalahan. Kami berada di sisi yang kalah, dan tentu semua pemain sangat kecewa dengan situasi ini,” ucapnya.

Ajak Segera Bangkit

Pemain berusia 26 tahun itu kemudian mengajak seluruh anggota tim untuk segera bangkit dan melakukan refleksi atas pertandingan tersebut.

“Saya rasa semua pemain perlu merefleksikan pertandingan ini. Setelah itu, pelatih akan melakukan analisis lebih detail dan berdiskusi bersama kami. Kami akan melihat kembali apa saja yang sudah berjalan baik, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih kurang selama pertandingan,” ujarnya.

Meski pulang dari Samarinda tanpa membawa poin, Bruno berharap Persebaya mampu segera memperbaiki diri dan tampil lebih baik pada laga selanjutnya.

“Kami berharap bisa belajar dan tampil lebih baik pada laga berikutnya. Sebagai sebuah tim, itulah yang harus kami lakukan,” pungkasnya.

Ini merupakan pertandingan terakhir Persebaya di bulan Ramadan. Kompetisi akan jeda lebaran sekaligus FIFA Matchday. Bajul Ijo baru akan bertanding lagi hampir sebulan kemudian, tepatnya pada 4 April 2026, dengan menjamu Persita Tangerang.   

Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Read Entire Article
Bola Indonesia |