Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Sisakan Perdebatan, Yoyok Sukawi Ungkap Gentlemen's Agreement Kewajiban Kepulangan ke PSIS

6 hours ago 3

Bola.com, Semarang - Kepindahan Pratama Arhan dari klub Thailand, True Bangkok United, ke Persija Jakarta, menyisakan perdebatan bagi beberapa pihak. Mengapa demikian?

Mantan bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengungkapkan bahwa Arhan punya kesepakatan pribadi dengan dirinya ketika meninggalkan PSIS pada awal 2022.

Kala itu, PSIS melepas Arhan secara gratis ke klub Jepang, Tokyo Verdy, meski bek kelahiran Blora, Jawa Tengah, pada 21 Desember 2001 itu masih terikat kontrak.

"Hari ini saya akan menjawab pertanyaan dulur-dulur yang masuk melalui DM terkait perpindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta," tulis Yoyok dalam akun Instagramnya, @yoyok_sukawi, pada Rabu (8/7/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penjelasan Yoyok Sukawi

Yoyok, yang ketika itu masih menjadi CEO tim berjuluk Mahesa Jenar itu, mendukung karier Arhan di luar negeri. Namun, fullback berusia 24 tahun itu wajib kembali ke PSIS jika tidak lagi abroad.

"Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis yang isinya menyebutkan bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri," tutur Yoyok.

"Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun. Dan nanti apabila kontraknya di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali di Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang."

"Sebenarnya, dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali. Berikut saya tunjukkan surat perjanjian antara saya dengan Arhan yang ditandatangani pada 21 Januari 2022. Pada momen ini saya akan menceritakan secara singkat sejarah awal perpindahan Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy," tutur Yoyok.

Primadona Klub Indonesia

Yoyok masih ingat, saat itu, Arhan menjadi primadona bagi banyak klub Indonesia yang berani menebusnya dari PSIS. Tetapi, Mahesa Jenar ogah menjualnya.

"Saat itu, Arhan telah menjelma menjadi bintang Timnas Indonesia di posisi bek kiri dan memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, fisik yang prima, kaki kiri, serta spesialis lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan," ucap Yoyok.

"Saat itu banyak tawaran transfer dari klub lokal. Namun, kami tidak akan melepasnya dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri dan Dewangga di sisi kanan."

"Namun, ada tawaran khusus dari Tokyo Verdy melalui agen, Mr. Dusan. Akhirnya, kami bertemu di Jakarta dan menyepakati beberapa poin kesepakatan untuk transfer Arhan," ungkapnya.

Isi Gentlemen's Agreement

Yoyok lalu menjelaskan isi gentleman's agreement antara ia dengan Arhan, yang satu di antaranya mengharuskan Arhan bermain untuk PSIS andai balik ke Indonesia.

"Pertama, Arhan akan dilepas dengan skema bebas transfer apabila benar direkrut oleh Tokyo Verdy dan akan menjadi pemain pertama binaan PSIS Semarang yang berkarier di Liga Jepang," kata Yoyok.

"Kedua, mengapa kami melepasnya dengan status bebas transfer? Karena klub merasa Arhan akan terus berkembang di Liga Jepang. Kami melepasnya karena memiliki misi pembinaan untuk kemajuan Timnas Indonesia."

"Ketiga, ada kesepakatan gentleman's agreement antara Arhan dengan saya. Karena saya mendukung penuh karier Arhan tanpa meminta timbal balik berupa biaya transfer dan mendorong Arhan untuk berkarier di luar negeri, Arhan berjanji sesuai kesepakatan yang ditandatangani bahwa ia akan kembali ke PSIS apabila berkarier di Indonesia."

"Demikian hal yang bisa saya jelaskan agar tidak terjadi kekeliruan di publik terkait perpindahan Arhan ke Persija Jakarta," ucap pria yang sempat puluhan tahun memimpin PSIS itu.

Read Entire Article
Bola Indonesia |