Nadeo Argawinata Jadi Sorotan usai Timnas Indonesia Dilibas Vietnam, Pengamat: Jangan Hanya Salahkan Kiper

10 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Sejumlah pemain Timnas Indonesia tampil di bawah performa saat menjamu Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026. Salah satu yang paling menjadi sorotan ialah penjaga gawang Nadeo Argawinata.

Penampilan Nadeo langsung jadi perbincangan sejak awal laga. Gawangnya dua kali dibobol Vietnam hanya dalam waktu 15 menit pertama. Dua gol itu dicetak Nguyen Van Vi (6') dan Nguyen Hai Long (15').

Kiper berusia 29 tahun itu juga beberapa kali melakukan kesalahan saat membangun serangan. Umpan yang terburu-buru membuat Timnas Indonesia kehilangan momentum dan menciptakan situasi berbahaya.

Timnas Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor telak 0-3 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Satu gol lainnya dilesakkan Nguyen Xuan Son (71').

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukan Hanya Salah Kipe

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai Nadeo tidak layak dijadikan kambing hitam atas hasil minor ini. Menurutnya, penyebab utama kekalahan justru berasal dari buruknya organisasi permainan.

"Nadeo Argawinata tidak bisa dijadikan satu-satunya penyebab kekalahan Indonesia. Memang kebobolan tiga gol bukan hasil yang diinginkan, tetapi banyak situasi yang terjadi karena lemahnya organisasi pertahanan tim secara keseluruhan," ujar Luciano kepada Bola.com.

Ia menyebut Nadeo tetap menunjukkan usaha maksimal di bawah mistar. Tetapi, tekanan yang terus datang akibat rapuhnya pertahanan membikin tugas sang kiper menjadi jauh lebih berat.

"Saya melihat Nadeo tetap berusaha memberikan rasa aman di bawah mistar dan melakukan beberapa penyelamatan. Namun, ketika lini belakang terlalu mudah ditembus dan transisi bertahan berjalan lambat, tugas seorang penjaga gawang menjadi jauh lebih sulit," lanjutnya.

Evaluasi Menyeluruh

Luciano mengatakankiper memang dituntut mampu menyelamatkan tim dalam momen-momen krusial. Namun, ia juga membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya di lini pertahanan agar dapat tampil optimal.

"Seorang kiper memang harus siap menyelamatkan tim pada momen-momen penting. Di sisi lain, ia juga membutuhkan perlindungan dari para pemain bertahan," kata pelatih asal Brasil tersebut.

"Dalam pertandingan ini, Vietnam mampu menciptakan terlalu banyak ruang dan peluang berbahaya sehingga tekanan terhadap Nadeo sangat besar. Jadi menurut saya, evaluasi tidak boleh hanya tertuju kepada penjaga gawang."

"Kekalahan ini adalah tanggung jawab seluruh tim. Indonesia harus memperbaiki koordinasi lini belakang, transisi bertahan dan komunikasi antarpemain agar situasi seperti ini tidak terulang pada pertandingan berikutnya," sambungnya.

Read Entire Article
Bola Indonesia |