Polemik Akomodasi Peserta Piala AFF U-19 2026 di Medan dan Deli Serdang, PSSI Sumut Ambil Alih Tanggung Jawab

14 hours ago 7

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatra Utara (Sumut) merespons polemik akomodasi di Piala AFF U-19 2026 yang digelar di Medan dan Deli Serdang, Sumut, pada 1-13 Juni 2026.

Sekretaris Asprov PSSI Sumut, Yosephine Sembiring, memastikan kebutuhan peserta Piala AFF U-19 2026 tetap akan dipenuhi supaya turnamen berjalan lancar.

Belakangan, beredar kabar mengenai permasalahan penginapan kontestan menyusul pernyataan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang menyatakan tidak pernah berkomitmen untuk menanggung biaya akomodasi.

Asprov PSSI Sumut menjelaskan memiliki pemahaman berbeda karena komitmen mengenai akomodasi adalah kesepakatan antara panitia lokal dan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

"Setahu kami, komitmen tersebut adalah antara Panitia Lokal dan Walikota Medan," ujar Yosephine dalam keterangan tertulisnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kelancaran Turnamen Jadi Prioritas

Yosephine menjelaskan Asprov PSSI Sumut bersama panitia lokal telah mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan peserta Piala AFF U-19 2026 tetap terpenuhi.

"Jika komitmen tersebut tidak bisa ditanggung jawab oleh Walikota Medan, maka kami bersama panitia lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut," ucap Yosephine.

Menurut Asprov PSSI Sumut, kelancaran penyelenggaraan turnamen menjadi prioritas utama. Yoesphine menilai Piala AFF U-19 2026 berkaitan dengan citra Indonesia di mata peserta dari berbagai negara.

"Bagi PSSI dan panitia lokal, penyelenggaraan harus berjalan dengan baik apalagi ini menyangkut nama baik bangsa," terangnya.

Menyayangkan

Yosephine menyesalkan munculnya persoalan tersebut di tengah berlangsungnya turnamen. Pihaknya berharap situasi ini tidak mengganggu peluang daerah itu untuk kembali menjadi tuan rumah kejuaraan internasional pada masa mendatang.

"Sebenarnya kami dari PSSI menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ke depan kami akan membawa pertandingan-pertandingan internasional ke daerah ini," papar Yosephine.

"Demi masa depan sepak bola Sumut, demi masyarakat Sumut, kami memastikan semua pihak dapat kembali berkonsentrasi pada ajang olahraga yang membawa nama bangsa kita," terangnya.

Read Entire Article
Bola Indonesia |