Semifinal Piala Presiden 2026: Bernardo Tavares Soroti Keuntungan Recovery Arema FC

7 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya langsung dihadapkan pada ujian besar setelah memastikan tiket ke semifinal Piala Presiden 2026. Bajul Ijo harus melakoni duel sarat gengsi melawan tim rival, Arema FC.

Duel bertajuk Derbi Jatim itu akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8/2026) malam. Ada ketimpangan jeda waktu antara dua tim itu dari laga grup terakhir ke partai semifinal ini.

Arema terakhir bertanding pada Jumat (31/7/2026) sore, dengan menang 2-0 atas DPMM FC. Sedangkan Persebaya mengalahkan Port FC 2-1, Sabtu (1/8/2026). Artinya, Arema punya waktu 24 jam lebih banyak untuk recovery alias memulihkan diri.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, turut menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai kurang menguntungkan bagi Persebaya.

“Arema memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak daripada kami untuk mempersiapkan pertandingan dan melakukan pemulihan. Ini tidak mudah bagi tim yang berasal dari Grup B,” ungkapnya.

“Sementara tim-tim yang menunggu di Grup A memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak. Jadi, berikan kami waktu untuk melakukan pemulihan dan mempersiapkan pertandingan,” imbuh arsitek asal Portugal itu.

Pelatih berusia 46 tahun itu bahkan menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya adil. Setelah menjalani jadwal padat di fase grup, Persebaya masih harus melakukan perjalanan menuju lokasi semifinal dengan waktu pemulihan yang sangat terbatas.

“Menurut saya ini sangat tidak adil. Kami harus melakukan perjalanan ke tempat lain karena tim lain, seperti Arema, memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak dibandingkan kami,” ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Persebaya Unggul Rekor Pertemuan

Kendati demikian, jadwal pertandingan sudah diumumkan. Semua tim kontestan semifinal akan sama-sama berangkat ke Bali. Persib dan Arema berangkat dari Bandung, sedangkan Persebaya dan Persija dari Surabaya.

Pertandingan antara Persebaya melawan Arema FC tentu bakal menyedot perhatian publik secara besar. Pertemuan dua tim besar asal Jawa Timur dibumbui dengan rivalitas kental sejak lama.

Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan Persebaya lebih unggul. Mereka mencatatkan dominasi yang luar biasa dengan tidak terkalahkan dalam 12 pertemuan terakhir melawan Arema di semua ajang kompetisi.

Rinciannya cukup menegaskan dominasi Persebaya, yakni sembilan kemenangan dan tiga seri. Catatan ini menjadi momok yang menakutkan sekaligus motivasi bagi Arema untuk segera diakhiri.

Menariknya, pertemuan terakhir kedua tim juga terjadi di Gianyar hanya tiga bulan silam, tepatnya 28 April 2026. Arema saat itu terpaksa menjadi klub musafir karena tidak mendapat izin untuk menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Alhasil, Stadion Kapten I Wayan Dipta pun dipilih untuk menggelar Derbi Jatim. Hasilnya terbilang mengejutkan. Singo Edan dipaksa takluk 0-4 oleh Bajul Ijo dengan semua gol lahir di babak kedua.

Aroma Balas Dendam

Aroma balas dendam tampaknya menghiasi pertemuan terdekat kedua tim. Arema tentu sudah lama ingin segera mengakhiri rekor buruk. Mereka perlu pembuktian apakah skuad arahan Marcos Santos mampu mengembalikan muruah Kota Malang.

Di sisi lain, Arema merupakan tim yang memiliki rekor dominan di Piala Presiden. Mereka bahkan tercatat sudah empat kali menjuarai turnamen pramusim ini, masing-masing pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.

Arema dan Persebaya juga pernah saling berjumpa di turnamen ini, malah di partai puncak pada Piala Presiden 2019. Saat itu, format turnamen menggunakan dua leg.

Duel sengit sempat muncul di Stadion GBT yang berakhir 2-2 pada 9 April 2019. Pada akhirnya, Arema keluar sebagai pemenang usai unggul 2-0 dalam leg kedua di Stadion Kanjuruhan, 12 April 2019.

Read Entire Article
Bola Indonesia |