Statistik Timnas Indonesia saat Tumbangkan Timor Leste di Piala AFF 2026: Garuda Dominan, tapi Tak Unggul di Semua Aspek

20 hours ago 9

Bola.com, Jakarta - Catatan statistik saat Timnas Indonesia menumbangkan Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026 menyajikan sejumlah fakta menarik. Meski terlihat dominan, skuad Garuda masih kalah dalam beberapa aspek ketimbang kubu lawan.

Dalam duel yang berlangsung di Chonburi Stadium, Chonburi, Jumat (31/7/2026) malam WIB itu, Timnas Indonesia berhasil mengamankan tiga poin di kandang Timor Leste setelah berhasil unggul dengan skor 3-0.

Di atas lapangan, anak asuh John Herdman memang tampak begitu menguasai permainan, meskipun sempat kesulitan memecah kebuntuan. Gol pertama di laga ini baru tercipta pada menit ke-74 lewat sontekan Shayne Pattynama.

Baru setelah itu, skuad Garuda bisa bermain lebih lepas dan menghasilkan dua gol tambahan dari Thom Haye (78’) dan Mitchell Baker (81’). Berikut Bola.com menyajikan ulasan statistik dari pertandingan ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dominasi Skuad Garuda

Menghadapi tim yang kualitasnya masih berada di bawahnya, Timnas Indonesia kembali bermain sangat dominan di laga kedua ini. Skuad Garuda berhasil mengukuhkan dominasi penguasaan bolanya.

Di atas kertas, Thom Haye dan kawan-kawan mencatatkan setidaknya 62% penguasaan bola, berbanding 38% milik Timor Leste. Tim tuan rumah memang kesulitan untuk mengimbangi kontrol skuad Garuda.

Dari segi jumlah operan, Timnas Indonesia melepaskan setidaknya 548 operan, sedangkan kubu The Rising Sun hanya 330 operan. Akurasi operan skuad Garuda mencapai 87%, sementara Timor Leste 79%.

Catatan penguasaan bola ini menunjukkan Timnas Indonesia bisa menguasai permainan ketika berada di area lawan, atau disebut opponent half.

Ketimpangan Ancaman

Di laga ini, Timnas Indonesia memang terlihat sangat dominan dalam melahirkan ancaman di area pertahanan lawan. Ada banyak sekali upaya yang dilancarkan anak asuh John Herdman hingga akhirnya bisa memecah kebuntuan.

Secara keseluruhan, skuad Garuda melepaskan setidaknya 21 tembakan. Dari semua itu, hanya delapan di antaranya yang mengarah ke gawang. Tujuh tembakan lainnya melenceng, dan enam sisanya bisa diblok oleh bek lawan.

Menariknya, sebagian besar tembakan yang dilepaskan Timnas Indonesia dilakukan di dalam kotak penalti alias shots inside the box berjumlah 16 tembakan. Sedangkan lima lainnya dari luar kotak alias outside the box.

Sementara itu, Timor Leste hanya sanggup melesakkan empat tembakan saja selama 2x45 menit. Hanya ada satu tembakan ini yang mengarah ke gawang Timnas Indonesia yang dikawal oleh Cahya Supriadi.

Terlalu Banyak Pelanggaran

Salah satu catatan yang perlu diperhatikan Timnas Indonesia di laga ini ialah pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sepanjang laga. Skuad Garuda cenderung melakukan lebih banyak fouls dibanding laga sebelumnya.

Setidaknya, ada 14 pelanggaran yang harus dilakukan Timnas Indonesia. Padahal, Timor Leste hanya melakukan delapan pelanggaran saja. Namun demikian, jumlah kartu yang didapatkan kedua tim ini sama.

Timnas Indonesia dan Timor Leste sama-sama diganjar tiga kartu kuning. Bedanya, dua kartu kuning milik lawan didapatkan Liam Farrugia, yang akhirnya terpaksa mandi lebih cepat karena berbuah kartu merah.

Catatan kartu ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari John Herdman. Sebab, Rayhan Hannan sudah dikartu sejak menit ke-3. Dan dua kartu lainnya diperoleh Eliano Reijnders dan Ragnar Oratmangoen saat kondisinya tak begitu krusial.

Masih Kalah Duel

Meski ada banyak statistik yang membuktikan Timnas Indonesia tampil dominan atas Timor Leste, tetapi sejatinya ada beberapa aspek yang memperlihatkan tim tuan rumah masih unggul dalam aspek tertentu ketimbang skuad Garuda.

Salah satu yang utama ialah catatan duel antara keduanya. Skuad The Rising Sun tercatat bisa unggul ketimbang skuad Merah Putih dengan catatan yang cukup tipis, yakni 51% berbanding 49%.

Timor Leste setidaknya bisa memenangkan 26 duel di darat, sedangkan Indonesia hanya 19. Sementara untuk duel udara alias aerial duels, skuad Garuda bisa menang 10 duel, sementara lawan hanya empat .

Tidak hanya itu, Timor Leste mencatatkan delapan tekel dengan persentase keberhasilan sebesar 75%, sedangkan Indonesia hanya mengukir tujuh tekel dengan persentase kesuksesan sebesar 71%.

Read Entire Article
Bola Indonesia |